Selasa, 19 Oktober 2010

Pengantar Basis Data

Basis data menyediakan fasilitas atau  mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan   keputusan.  Hal inilah yang menjadikan alasan dari penggunaan teknologi basis data pada saat sekarang (dunia bisnis). Berikut ini contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis :

Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan


Universitas            : Pengelolaan pendaftaran, alumni 
Penjualan              : Pengelolaan data customer, produk, penjualan
Pabrik                   :        Pengelolaan data        produksi,        persediaan        barang, pemesanan, agen
Kepegawaian        : Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
Telekomunikasi     : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa
       
Keterangan :

File mahasiswa : Mhs (npm, nama, alamat, tgl_lahir)

MataKul (kd_mk, nama_mk, sks) File MataKuliah         : MataKul (kd_mk, nama, sks)


Sebelumnya,  sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah, yang disebut        juga   sistem pemrosesan file. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja. Perhatikan gambar
1 mengenai suatu universitas yang mempunyai dua sistem yakni sistem yang memproses data mahasiswa dan sistem yang mengelola data mata kuliah.


Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :

1. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data)
Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda,  sejumlah informasi        mungkin memiliki  duplikasi dalam
beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa  dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record matkuliah.   Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah   dan   tidak diperbaiki pada file mahasiswa.  Hal ini  dapat mengakibatkan  kesalahan dalam  laporan nilai mahasiswa.
2. Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu  membuat  program  aplikasi,  sehingga  tidak  memungkinkan untuk pengambilan data.
3. Data terisolir (Isolation Data)
Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.
4. Masalah Pengamanan ( Security Problem )
Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak program-program aplikasi ditambahkan secara  ad-hoc maka sulit melaksanakan  pengamanan seperti yang diharapkan.
5. Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data.

Sistem Basis data


Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file mulai ditinggalkan karena masih        bersifat manual,yang kemudian dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.


Keterangan :

Mhs ( Npm, nama, alamat, tgl_lahir )


Mt_kul ( kd_mk, nama_mk,sks )






Perhatikan gambar 2 di atas. Pada sistem ini record-record data disimpan pada satu tempat yakni basis data dan diantara program aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS (Database Management System).




Konsep Dasar Basis Data


Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai,        mahasiswa, pembeli),barang,hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basis Data adalahsekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.

DBMS (Database Management System) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data

Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.

Istilah - Istilah Dasar Basis Data


Enterprise

Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien




Entitas

Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas


          Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa

Atribut (Elemen Data)


Karakteristik dari suatu entitas.

Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.



Nilai Data (Data Value)

Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.


Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina



Kunci Elemen Data (Key Data Element)


Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.



Record Data


Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.

Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas


Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8

Maret 1983".






Keuntungan Sistem Basis Data

1. Terkontrolnya kerangkapan data
Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.
2. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
3. Data dapat dipakai secara bersama (shared)

Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
4. Dapat diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan  yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
5. Keamanan data terjamin

DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan  memberikan password        dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)
6. Terpeliharanya integritas data

Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat
7. Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat
8. Data independence (kemandirian data)

Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada



Kelemahan Sistem Basis Data


-        Memerlukan tenaga spesialis

-        Kompleks


-        Memerlukan tempat yang besar

-            Mahal

Pengguna Basis Data


1. System Engineer


Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual
2. Database Administrator (DBA)


Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
Tugas DBA :


o        Mengontrol DBMS dan software-software

o        Memonitor siapa yang mengakses basis data

o        Mengatur pemakaian basis data


o        Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency


Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :


o        Loading Routines


Membangun versi utama dari basis data


o        Reorganization Routines


Mengatur / mengorganisasikan kembali basis data


o        Journaling Routines


Mencatat semua operasi pemakaian basis data


o        Recovery Routines


Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan


o        Statistical Analysis Routines


Membantu memonitor kehandalan sistem


3. End User (Pemakai Akhir)


Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
a. Programmer aplikasi


Pemakai yang berinteraksi dengan basis data  melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)
b. Pemakai Mahir (Casual User)


Pemakai yang berinteraksi dengan  sistem tanpa menulis  modul program.  Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS
c. Pemakai Umum (End User / Naïve User)


Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya
d. Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)


Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk  keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.



Structure Query Language


Structure Query Language (SQL) merupakan komponen bahasa relational database system. SQL        merupakan bahasa  baku (ANSI/SQL), non proceduraldan berorientasi himpunan (set-oriented language)SQL dapat  digunakan  baik  secara  interaktif  atau  ditempelkan  (embedded) pada sebuah program aplikasi.

Komponen-Komponen SQL

a. Data Definition Language (DDL) :


Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah :


create, drop, alter.

b. Data Manipulation Language (DML) :


Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah :


select, insert, update, delete.

Data Manipulation Language merupakan bagian terpadu bahasa SQL. Perintah-perintahnya dapat dibuat secara interaktif atau ditempelkan pada sebuah program aplikasi. Pemakai hanya perlu menentukan
'APA' yang ia inginkan, DBMS menentukan 'BAGAIMANA' cara mendapatkannya.

c. Data Control Language (DCL) :

Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah :
grant, revoke


2 komentar:

Urang Lembur mengatakan...

Wah inimah jurusan Informatika uy, tapi mantaf juga artikelnya buat nambah ilmu

beebobie mengatakan...

sistem informasi lebih tepatnya :D

Posting Komentar

Artikel Terkait:

 

Counter Powered by  RedCounter

Find broken links on your website for free with LinkTiger.com

Google bot last visit powered by Bots Visit